January 16, 2012 - Posted by Gatot - 0 Comments
Tahun ekaristi 2012 telah dicanangkan oleh KAJ sejak Masa Advent 2011. Paroki St. Yohanes Maria Vianney telah mengadakan Seminar Ekaristi pada hari Minggu, 15 Januari 2011 di Aula Budi Murni. Peserta yang hadir lebih dari 300 orang yang terdiri dari misdinar sekitar 50 orang, dewan pleno, umat dan tamu dari paroki lain.
Pembicara atau agenda adalah : Pengantar Tahun Ekaristi oleh Romo Hadi, Sharing kursus Liturgi oleh Seksi Liturgi, dan Ekaristi – Rubrik, Pemahaman, Film Ekaristi oleh Romo Anto.
Saat tanya jawab dilakukan, terdapat pertanyaan menyangkut Liturgi Timur (Ortodoks) dan Liturgi Barat (Roma) dari Bp. Goris, tentang tata gerak liturgi yang benar serta peran umat dalam doa pembukaan, doa penutup atau doa syukur agung dari Bp. Sirait, tentang komuni kudus yang diambil saat komuni oleh umat untuk dibawa kerumah dari Bp. Miyardi.
Diktat yang dibagi ke peserta adalah Ekaristi dengan rubrik, Menjadi Pewarta Sabda, Formulir Lektor/Lektris dan Pemazmur.
Peserta sangat antusias, walaupun waktu yang dibutuhkan cukup lama yaitu dari Pkl. 10.00 – 13.30.
Tentu masih banyak harapan dan pertanyaan dari peserta, mungkin di acara yang akan dibentuk lintas seksi, dapat ditanggapi dengan kegiatan-kegiatan yang lengkap, dan menjadi kegiatan wilayah, lingkungan, paroki, dekenat serta tingkat keuskupan.
November 15, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Mengapa Eleazar bisa berkata ” dalam jiwa, aku menderita semua itu dengan suka hati karena takut akan Tuhan.” ? Ia ingin memberi teladan ketabahan, kehormatan dan mau menderita demi iman dan bagi kaum muda pada jamannya. Apakah kaum muda (OMK) bisa menggali teladan semacam ini ? Dalam buku Sugija, juga dituliskan ia mau berkorban dengan melayani. Teladan yang hidup dan menghidupkan yaitu Yesus Kristus sendiri. Tentang teologi penderitaan yang bermutu, bukan yang sia-sia. Sharing dan berbagi nilai-nilai keluhuran dengan menjadi pelaku, bukan penonton. Semua dilakukan dengan suka cita, apapun bisa diterima dengan suka cita.
2Mak 6:30 Ketika sudah hampir mati karena pukulan-pukulan, maka mengaduhlah Eleazar, katanya: “Bagi Tuhan yang mempunyai pengetahuan yang kudus ternyatalah bahwa aku dapat meluputkan diri dari maut dan bahwa aku sekarang menanggung kesengsaraan hebat dalam tubuhku akibat deraan itu. Tetapi dalam jiwa aku menderita semuanya itu dengan suka hati karena takut akan Tuhan.”
2Mak 6:31 Demikian berpulanglah Eleazar dan meninggalkan kematiannya sebagai teladan keluhuran budi dan sebagai peringatan kebajikan, tidak hanya untuk kaum muda saja, tetapi juga bagi kebanyakan orang dari bangsanya.
October 10, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Thn 2011, minggu Misi dirayakan pada 23 Oktober 2011. Paroki Cilangkap akan mengisi kegiatan ini dalam bentuk liturgi ekaristi yang diisi oleh petugas liturgi dari anak-anak dan remaja.
Warna-warni benua akan menjadi nuansa pakaian anak-anak dan remaja. Pakaian profesi dan baju daerah juga diwakili oleh anak-anak.
Lagu dan paduan suara diwakili oleh para misdinar yang jumlahnya lebih dari 100 misdinar termasuk yang senior.
Petugas lektris dari anak BIR yaitu Prima, pemazmur oleh Gregorius.
Tentu suasana dalam ruang Gereja akan indah, mempesona dan nuansa serta warna yang unik dalam keberagaman untuk memuji Tuhan.
Pembina katekese BIRA dan BIR serta misdinar terlibat untuk latihan, koordinasi dan penanggungjawab kegiatan. Romo Paroki dan Bendahara akan menyediakan dukungan prasarana dan sarana untuk lebih menyemarakkan kegiatan Minggu Misi ke 58. Viva Anak Katolik, dan Keluarga Katolik.
September 16, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Tanya :
Apa saja bentuk penghayatan umat terhadap liturgi ekaristi? dan faktor penyebab kurangnya penghayatan ekaristi dan realitas penghayatan ekaristi. trims!
Jawab (dari Romo Yoyon) :
Terimakasih atas pertanyaan Anda,
Banyak orang sebenarnya yang merasa agak sulit menghayati ekaristi dalam setiap perayaan ekaristi yang diikutinya. Kebanyakan kesulitan itu dirasakan atau timbul karena dirasa ekaristi kurang menyentuh aspek afektif dari orang-orang yang mengikutinya.
Berbeda dengan perayaan-perayaan lain yang lebih memberi tempat pada aspek afektif sesuai dengan suasana hati yang dirayakan dalam perayaan tertentu, ekaristi sebenarnya adalah sebuah peristiwa iman akan Yesus Kristus yang diungkapkan dalam tanda-tanda manusiawi. Oleh karena itu memang untuk dapat menghayati ekaristi dengan baik diperlukan pemahaman yang baik pula tentang tanda-tanda ungkapan manusiawi yang ada terkandung dalam liturgi ekaristi.
Secara sederhana, liturgi ekaristi dibagi dalam 5 bagian besar sebagai berikut:
Liturgi pembuka; Dalam liturgi pembuka ini umat yang hadir dalam ekaristi:
Menyatukan kerinduan hati mereka untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Itulah yang diungkapkan dengan BERDIRI dan MENYAYI LAGU PEMBUKA. Kehadiran Tuhan Yesus dalam perayaan ekaristi ini nampak dalam Imam pelayan ekaristi yang pada liturgi ekaristi itu bertindak atas nama Tuhan Yesus Kristus
Dibantu untuk menyadari persatuan atau perjumpaan dengan Tuhan Yesus Kristus itu dalam ungkapan: TUHAN SERTAMU
Menyadari diri akan dosa dan kesalahan mereka dihadapan Tuhan dan sesama. Itulah yang diungkapkan dengan DOA SAYA MENGAKU dan doa atau lagu TUHAN KASIHANILAH KAMI
Mengalami karya belas kasih Allah lewat pengampunan yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus lewat kata-kata absolusi yang diucapkan oleh Imam: SEMOGA ALLAH YANG MAHA KUASA MENGASIHIANI KITA, MENGAMPUNI DOSA-DOSA KITA DAN MENGHANTAR KITA KE HIDUP YANG KEKAL
Mengungkapkan permohonan Gereja kepada Tuhan Yesus Kristus yang hadir diantara umat dan telah berkenan mengampuni dosa-dosa umat dalam DOA PEMBUKA
Liturgi Sabda; Dalam liturgi pembuka ini umat yang hadir dalam ekaristi:
Mendengarkan Tuhan Yesus yang menyampaikan SabdaNya lewat Bacaan Kitab Suci yang dibacakan oleh para pembaca Kitab Suci
Menanggapi Sabda Tuhan itu dengan MENYANYIKAN MAZMUR
Mengungkapkan kepercayaan mereka kepada Tuhan setelah mendengarkan Sabda Tuhan dalam bacaan kedua dan bacaan Injil dengan mendoakan bersama-sama DOA AKU PERCAYA.
Mengungkapkan doa permohonan Gereja dan doa permohonan umat serta doa permohonan mereka pribadi dalam DOA UMAT.
Liturgi Persembahan; Dalam liturgi persembahan ini umat yang hadir dalam ekaristi:
Mempersembahkan diri mereka kepada Allah, persembahan diri umat Allah ini dipersatukan dengan persembahan tubuh dan darah Kristus sebagai ungkapan syukur atas segala kebaikan Tuhan.
Menghaturkan Ucapan Syukur kepada Allah dalam Doa Syukur Agung. Ucapan Syukur ini disampaikan oleh umat kepada Allah Dengan pengantaraan Kristus, Bersama Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus.
Liturgi Ekaristi; Dalam liturgi Ekaristi ini umat yang hadir dalam ekaristi:
Mengalami persatuan perjumpaan dan persekutuan yang sangat istimewa dengan Tuhan Yesus yang hadir dalam tubuh dan darahNya dan disambut dalam komuni kudus
Mengalami perjumpaan dan persatuan dengan sesama umat Allah yang sama-sama menyambut Tubuh dan Darah Kristus dari cawan dan piala yang satu dan sama.
Liturgi Penutup; Dalam liturgi penutup ini umat yang hadir dalam ekaristi:
Menyadari diri mereka sebagai utusan Yesus yang memiliki kesiapsediaan untuk mewujudkan pesan Tuhan Yesus sebagaimana yang telah didengarkan oleh umat dalam liturgi sabda.
September 16, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Perumpamaan tentang penghapusan hutang dari seorang Raja dapat menjadi refleksi, bagaimana baiknya Raja itu.
Hutang sebesar itu dihapuskan oleh Raja yang baik. Bagaimana kelak bisa membayar kembali? Tentu ada orang disekitar kita juga punya hutang yang sama. Hutang bukan dalam material uang, tetapi asumsi hutang yaitu membuat sedih, kita difitnah, kita direndahkan, kita dibuat marah dan lain sebagainya. Hutang apa ini ? Hutang ini bisa membantu kita juga seperti Raja yang baik. kita hapuskan memori hutang orang-orang yang bersalah pada kita. Kelak kita hidup bahagia.
September 9, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Belajar dari Perumpamaan-Perumpamaan Yesus
Kata belajar menjadi awal tema BKSN 2011. Istilah Long life education juga diterapkan di Gereja. Umat diajak terus belajar. Belajar mendengarkan Sabda Allah. Belajar melalui perumpamaan Yesus dalam Injil. Sub temanya adalah Orang Samaria yang Murah hati, Anak yang Hilang, Gandum dan Ilalang, dan Pengampunan.
Saya merasakan pusat perumpamaan adalah Yesus. Siapa yang murah hati, siapa yang menerima anak bungsu, siapa yang bijak menunggu ilalang yang tumbuh, siapa yang mengampuni sedemikian itu ?
Pertanyaan ini diungkapkan untuk menjadi cermin. Kalau Yesus begitu baik kepada kita, apa tanggapan kita ? Kita bisa baik kepada siapapun tentunya. Kebaikan dan berkat telah Allah berikan kepada kita dengan banyaknya. Karunia Allah diberikan kepada kita dengan cuma-cuma. Mungkin kita sedikit berdoa, tapi Allah telah mendengarkan dan mengabulkan doa kita. Kita telah berdosa tetapi Allah akan tetap mengampuni kita. Raga kita akan hilang lenyap, tetapi jiwa kita dikasihi Allah dengan hidup kekal.
Apa ada yang belum diberikan Allah kepada kita?
Kita tidak pantas membuat pertanyaan demikian. Tanggapan kita adalah kita harus selalu bersyukur, apapun keadaan dan kondisi kita. Tanggapan kita selalu berbuat baik. Tanggapan kita adalah tiada berkesudahan memuji Allah. Belajar dari perumpamaan Yesus, membuat kita menjadi murid, dan siapa gurunya ? Guru yang Baik telah kita kenal. Guru yang bijak ada dalam Kitab Suci. Belajar dengan baik, bertutur kata dengan baik dan sopan, cerdas dalam menanggapi banyak masalah dengan hati yang dingin. Semoga menjadi murid teladan, dan menjadi pengibar bendera di Kerajaan Allah, menjadi laskar dan prajurit Surgawi. Proses pemuridan dalam BKSN 2011 yang berhasil.
September 9, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Koor lingkungan disiapkan untuk mengisi nyanyian di Paroki. Nyanyian digunakan untuk membuat suasana gembira dan penuh suka cita. Banyak umat senang bernyanyi. Nyanyian rohani tertanam mendalam dalam batin dan jiwa umat. Lagu, irama dan syairnya menjadi ungkapan suasana umat yang memuji Allah dengan gembira.
Mengapa Koor Lingkungan tidak mudah dibangun ? Sebetulnya umat kesehariannya sudah melakukan puji-pujian kepada Tuhan. Untuk membuat koor atau paduan suara dibutuhkan teknik dan latihan. Latihan ini bisa berulang-ulang, tidak dapat sekali jadi, karena jiwa dan irama lagu harus dirasakan hidup dalam tiap anggotanya.
Yang utama dalam teknik dan latihan paduan suara lingkungan adalah :
1. Umat gembira untuk datang berlatih
2. Lagu dan syair dijiwai sebagai ungkapan doa dan syukur
3. Suara dilatih dengan sungguh-sungguh (1 suara atau lebih)
4. Penjiwaan akan syair lagu harus dicapai secara bersama-sama
5. Dirigent berkomunikasi dan menghargai kehadiran anggota, sedikitpun tidak apa-apa, minimal 7 orang.
6. Organis sebagai pendukung tampak ikhlas mempersembahkan talentanya.
7. Setiap anggota tampak bersuka cita untuk tetap berlatih terus menerus.
8. Membuat undangan, jadwal dan komitmen bersama untuk tetap memuji Tuhan dalam paduan suara di Paroki atau koor yang sesuai.
Semua lagu dalam Puji Syukur bernilai rohani tinggi, dan bernilai iman yang luar biasa. Umat bisa menghayati lagu-lagu dengan penjiwaan bersama-sama.
Selamat berlatih. Tuhan Yesus Memberkati.
September 9, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Pemaknaan seluruh kegiatan liturgi dapat diterapkan dan berlangsung terus menerus. Kita dapat berdiskusi tentang bagaimana tata gerak liturgi dilakukan. Memberi makna berarti melakukan reaktualisasi, penghayatan, dan penjiwaan setiap tata gerak liturgi.
Permulaan liturgi diawali dari persiapan dirumah, panggilan akan kesadaran kita untuk bersyukur dan berdoa dalam persekutuan jemaat dan Gereja. Saya terharu melihat umat datang ke Gereja, baik bersama keluarga maupun sendiri.
Pelaku liturgi melibatkan banyak figure dan personal, baik pribadi maupun kelompok. Saya bangga dengan petugas-petugas liturgi yang konsekuen dengan jadwal dan tugas-tugasnya. Ada koordinasi dan penjadwalan antar lingkungan dengan baik.
Bina Liturgi Paroki dapat dibuat dengan dukungan seluruh umat dan pengurus dewan pleno. Kapan kita berbicara dengan sadar dan terorganisasi dalam menyiapkan liturgi yang baik? Program Bina Liturgi Paroki dapat diungkapkan dengan bekerjasama seluruh umat.Kesadaran untuk melakukan Bina Liturgi Paroki akan penting dilakukan, karena semua ungkapan dan tata gerak liturgi dilakukan serempak oleh umat, bersama-sama, dengan benar, dengan baik dan sungguh-sungguh.
Tuhan Allah sebagai pusat bina liturgi diakrabi melalui tata gerak liturgi, simbol-simbol liturgi, dengan hikmat, dengan meriah dan penuh suka cita dan kegembiraan. Bina Liturgi dibutuhkan oleh semua umat, orang muda katolik, keluarga muda, orang tua dan yang membutuhkan informasi liturgi yang terpadu.
Gerakan Bina Liturgi dapat melalui kursus, sharing, diskusi dan secara keuskupan bisa melalui konferensi liturgi dalam misa agung.
Liturgi yang baik adalah dari umat untuk umat, dari umat untuk Allah, dari Yesus untuk umat, dari pendosa untuk Yang Kudus.
Pojok Bina Liturgi dapat dibuat dalam warta paroki dengan informasi yang efektif dan padat, dimana pesan dapat disampaikan dengan tepat. Tata Perayaan Ekaristi Buku 2005 akan jadi acuan dalam pojok bina liturgi. Liturgi Ekaristi sebagai upaya mencicipi suasana surga melalui hidup kita sekarang ini. Yesus sebagai pusat liturgi Ekaristi, yang mengorbankan diriNya untuk penebusan dosa manusia. Liturgi sebagai syukur dan pujian, madah dan bakti, kidung dan syukur, madah dan syukur.
September 9, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Mulai 10 September diadakan kursus liturgi dan berlangsung sekitar 3 bulan (tiap hari sabtu pagi – siang).
Tema-tema kursus :
Pengantar Liturgi, Liturgi Sakramen Baptis, Devosi, Liturgi Sakramen Pengakuan Dosa, Tata Gerak, Tata Perayaan Ekaristi, Tahun Liturgi, Liturgi Sakramen Krisma, Lektor, Pemazmur, Nyanyian Liturgi dan Inkulturasi Penyesuaian Liturgi
March 29, 2011 - Posted by Gatot - 0 Comments
Jadwal katekese Liturgi sebagai berikut :
- Tranier to trainee pada 1 – 3 April 2011 di wisma Samadi, Klender Jaktim
- Bulan Mei adalah bulan Ekaristi, akan dibuat materi2 singkat tentang ekaristi yang akan dibacakan sebelum doa rosario umat lingkungan.
- Setiap Sabtu mulai bulan Mei-oktober 2011 di KAJ diadakan pertemuan membahas Liturgi Ekaristi serta memaknai-nya
- Konggres Ekaristi akan diadakan pada thn 2012.